Setakjub itu sama program Dompet dhuafa, siapa sangka?


Pagi ini, 29 November 2019 berkesempatan untuk mengikuti seminar "Cegah kanker payudara sedari dini" sekaligus tur di zona madina dompet dhuafa yang terletak di Parung, Bogor. Zona madina sendiri merupakan kawasan pemberdayaan masyarakat yang terpadu dan berkelanjutan dan dibangun diatas tanah wakaf seluas 8,5 hektar. Di zona madina ini terdapat rumah sehat terpadu, sekolah akselerasi beserta kolam ikan hias yang merupakan terbesar di Indonesia dan seluruhnya merupakan hasil dari dompet dhuafa.


Pada acara seminar, dijelaskan bahwa cegah kanker payudara memiliki motto SADARI yakni periksa payudara sendiri. Ada beberapa tahap dalam memeriksa payudara, baik untuk perempuan maupun laki-laki. Btw, kanker payudara bukan  hanya bisa terjangkit kepada perempuan saja, tapi juga laki laki. So, be aware !

Seperti dijelaskan oleh komunitas Srikandi, tahap tsb adalah berdiri tegak, angkat kedua lengan keatas sambil tekuk siku dan posisikan tangan dibelakang kepala, dengan menggunakan ujung jari raba dan tekan area payudara, cubit kedua puting (bila keluar cairan dan ada benjolan segera konsultasikan).


Selain seminar, diadakan juga talkshow oleh dr. Emma (praktisi kesehatan), Tania Nordina (ketua YMGPI), Bobby P. Manullang (GM mobilisasi wakaf DD) beserta Intan Widiananda (Influencer). Masih membahas mengenai kanker payudara, dimana mencegah lebih baik daripada mengobati. Dan juga semua bisa dicegah melalui rajin berolahraga dan menerapkan pola hidup sehat. Insya Allah.





Acara selanjutnya adalah tour zona madina yang menurut aku sangat menginspirasi. Seperti yang ditulis diatas, bahwasanya di zona madina terdapat rumah sehat terpadu, sekolah akselerasi dan juga kolam ikan. Rumah sakit terpadu tsb sepenuhnya dibiayai oleh dompet dhuafa untuk kaum dhuafa, namun tetap melayani juga untuk umum. Dengan fasilitas yang lengkap, terbukti bahwa dompet dhuafa mengoptimalkan sumbangan dari masyarakat yang dengan ringan hati mau membantu sesama, terutama kepada kaum dhuafa. Lebih merinding lagi ketika kami diajak menuju Qatar charity, bangunan khusus yang ditujukan untuk para penghafal Al-Qur'an, marbot masjid, kaum dhuafa dan yatim piatu yang akan dibuka sebentar lagi. Subhanallah.




Sekolah akselerasi. Bukan hanya sekolah biasa. Menjaring anak muda dari seluruh Indonesia yang merupakan kaum dhuafa namun memiliki prestasi. Lalu apa patokan standar yang disebut kaum dhuafa? Setelah saya tanya ke salah satu guru matematika, yang bisa bersekolah disini adalah anak yang boleh saja masih memiliki orang tua, bisa bertahan untuk hidup, namun tidak memiliki biaya untuk memberi pendidikan yang layak. Sistem belajar yang terlihat sangat private dan tinggal di asrama sepertinya yang membuat para siswa semangat untuk mencetak prestasi. Terbukti dengan banyaknya piala dan 90% lulusannya masuk ke perguruan tinggi negeri. Alhamdulillah.



Satu lagi, kolam ikan hias tepat berada di areal belakang rumah sakit. Kolam ikan hias yang merupakan terbesar di Indonesia. Sering mengirim ke banyak daerah, terutama Jakarta. Namun bukan hanya ikan hias saja, terdapat juga ikan konsumsi seperti gurame. Ohiyaa, odong odong tsb sangat berjasa karena sudah mengantar kami ke kolam ikan. Lalu aku bertanya kepada mba Revia (dompet dhuafa), apa hanya di Bogor saja aset dari dompet dhuafa? Mind blowing. Ternyata ada 200 titik aset dari DD. Ada hasil beras di Cianjur, buah naga di Subang, dan masih banyak lagi.

Hal yang paling membuat aku bergeming adalah ternyata masih banyak orang yang amanah di lingkungan aku tinggal. To be honest, terlalu banyak pemberitaan di media mengenai koruptor yang membuat aku berkecil hati. Atau mungkin bukan hanya aku saja yang merasa seperti ini. Terima kasih dompet dhuafa, seluruh donasi tersalurkan dengan baik dan tepat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Waroeng Kopi Klotok Pakem : wisata kuliner pembuka mata hati

Glamour with Vitalis? Why Not !