Hemat ke Derawan, kalian pasti bisa !


Pulau impian sejuta umat, pulau Derawan. Akhir dari drama travel fair desember akhirnya Mei 2018 yang lalu dapat direalisasikan. Walaupun enggak berjalan mulus karena harus membeli tiket pulang (lagi), dikarenakan salah menentukan jam penerbangan. Tapi, alhamdulillahnya dari sini semakin banyak pelajaran yang bisa diambil. Fyi, perjalanan ke Derawan ini semi open trip karena sebenarnya aku backpacker tapi speedboat yang dipakai sharing cost dengan orang - orang yang ikut open trip. Nah, Derawan sendiri merupakan salah satu pulau kecil yang ada di Kalimantan Timur. Jadi, untuk sampai sana kamu harus menyeberangi lautan menggunakan speedboat yang hanya ada setiap weekend.

Babak pertama dimulai, Alhamdulillah kali ini dikasih kesehatan sebagai kunci utama buat melakukan trip jauh. Tiba malam hari dibandar udara internasional Juwata Tarakan setelah sebelumnya transit di Balikpapan. Bisa juga turun di bandara Kalimarau Berau untuk menuju derawan. Perbedaannya adalah ; Kalau turun di Tarakan hanya butuh jalur darat untuk sampai pelabuhan sekitar 15 menit tapi jalur laut ditempuh melalui speedboat untuk sampai dipulau Derawan sekitar 3 jam ; sedangkan kalau turun di Berau jalur darat 3 jam tapi jalur laut hanya 15 menit. So, terserah kalian mau pilih yang mana. 

Ketika sampai dibandara, aku sama seorang sahabatku yang juga kemarin ke Sulawesi dibuat bingung. Belum juga jam 9 malam tapi bandara sudah mau dikunci, padahal rencananya mau ngegembel dibandara sampai pagi. Alhasil belumlah mencari hotel untuk hari itu. Ohiya, di Tarakan hanya ada beberapa kendaraan online tapi seringnya sih enggak ada jadi kamu bisa menggunakan angkot yang biasa disebut taksi. Namun, karena terlalu sibuk mencari kendaraan online sampai gak sadar taksi disana meninggalkan bandara. Untungnya, disebelah ada satu keluarga yang masih menunggu jemputan. Setelah ngobrol yang lumayan tentang keadaan di Tarakan, dengan berbaik hati keluarga tsb mengantarkan ke hotel yang dipesan super kilat. Btw, pilihan hotel disana juga hanya ada beberapa guys. 

Keesokan harinya tepat pukul 7 pagi aku berangkat ke pelabuhan sdf tengkayu untuk membeli tiket speedboat menuju derawan. Untungnya belum check-out dari hotel karena speed hanya berangkat siang setelah jum'atan. Akhirnya kami habiskan saja waktu untuk jalan- jalan disekitar pasar yang kata warga sekitar merupakan pasar terbesar di Tarakan. Kebetulan hotel yang aku tempati menyediakan fasilitas antar jemput bandara dan pelabuhan jadi perjalanan aman walau tanpa transportasi umum. 

Tibalah siang hari dan aku sudah berada dipelabuhan untuk menunggu speedboat. Tepat jam 1 siang akhirnya speedboat berangkat meninggalkan Tarakan dengan kapasitas berisi 16 orang. Jangan lupa pilih kursi yang paling nyaman karena 3 jam diatas laut lumayan bikin mual, ngantuk dan pastinya lapar. Tips dari aku sih, pilih seat paling depan setelah motoris. Selain kursinya empuk, juga arah kursi menghadap kedepan gak seperti yang belakang karena arah kursi berhadap-hadapan seperti duduk diangkot. 

Sempat terombang- ambing diatas lautan karena ombak yang kurang bersahabat dan melihat lautan yang tak ada ujungnya, akhirnya terlihat juga pulau kecil yang airnya mulai terlihat jernih. 
"Wah, derawan indah banget ya Alloh"
Rasanya campur aduk sih pas pertama kali nginjekkin kaki disalah satu surganya Indonesia. Masih enggak nyangka gitu my dreams come true. Kata orang sih ini "Maldives-nya Indonesia". Alhamdulillah. Haripun saat itu sudah sore. Senja dari Derawan sudah mulai terlihat, tapi karena gemes banget liat air didepan cottage, aku bersama beberapa orang turun kebawah untuk sekedar perkenalan dengan air disana. Hihi. Nah, berikut itinerary hopping island + cost aku selama di Derawan. Semoga kamu yang membaca bisa ketularan kesana secepatnya ya. Aamiin.

Pulau Derawan dimalam hari, disinilah tempat pembelian oleh-oleh

Hunting sunrise dipulau Derawan





Suasana depan cottage yang bikin gemes

My morning view


1. Pulau Maratua

Air sejernih kristal yang bisa merefreshingkan pikiran. Mungkin ini yang disebut terapi alami oleh alam. Selain bisa duduk santai disini, ternyata pengunjung juga akan mendapat welcome drink berupa kopi / teh. 














2. Gua Haji Mangku / Halo Tabung

Jangan salah ya guys, keliatannya sih kecil tapi pada kenyataannya panjang dan kedalaman airnya sampe 30 meter. Dengan warna tosca diatasnya, namun gelap pada sisi dalamnya. Agak horror sih ya emang, karena aku sendiri nyoba nyelem kedalem dan itu gelap banget. Ohiya, dulu nama goa ini emang Haji mangku tapi sekarang diganti menjadi Goa Halo Tabung.









3. Pulau Kakaban

Bermain dengan jelly fish yang udah jinak dan enggak beracun. Untuk menuju danau kakaban, akan melewati anak tangga yang lumayan banyak. Maka dari itu, biasanya sebelum menuju ke danau para pengunjung akan menikmati makan siang yang telah dipersiapkan oleh leader speedboat karena disana hanya ada orang yang berjualan es kelapa muda.






4. Penangkaran penyu Sangalaki

Sebenarnya kalau beruntung akan bertemu dengan pari manta, tapi sayangnya air sedang surut. Jadi kami hanya ke penangkaran penyu saja. Melihat penyu penyu lucu yang akan segera dilepas ke laut.




5. Pulau Gusung

Dipulau gusung sambil melihat sunset. Beruntungnya bisa kesini tanpa banyak orang. 




Cost selama di Derawan :

Hotel di Tarakan (free antar- jemput bandara & pelabuhan sdf tengkayu)
329k/2 = 164,5k/ malam
Speedboat PP Tarakan- Derawan 
700k
Hopping Island + Makan siang
100k + 40k
Sewa alat snorkeling (masker + fin)
40k
HTM Maratua (Free kopi)
40k
HTM Goa Halo Tabung 
20k
Sewa sepeda di Derawan
20k
Es kelapa di Kakaban
10k
Banana Boat keliling Derawan
150k/6 = 25k
Homestay Eliana
200k/2 = 100k/ malam
Cottage Eliana + sarapan
350k/2 = 175k/ malam + 20k
                                                                                       Total = 1.454,5k / orang

Kontak selama di Derawan : A/n. Pak Yusuf 08115931998. Btw, beliau ini yang ngebantu aku selama disana. Orangnya super welcome dan baik banget sampe mau direpotin dengan ke-BM-an kami. Atau kalian juga bisa join open trip yang beliau pandu, nama Instagramnya adalah @ikontrip.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Waroeng Kopi Klotok Pakem : wisata kuliner pembuka mata hati

Glamour with Vitalis? Why Not !